Tampilkan postingan dengan label Rahasia Sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rahasia Sukses. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Desember 2015

Terbukalah terhadap Kritik



Kritikan memang suatu hal yang tidak menyenangkan. Kita melakukan sesuatu yang bisa jadi sebuah kebiasaan atau karakter kita tiba-tiba saja ada orang yang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan suatu hal yang dipandangnya tidak baik. Saya juga yakin pertama kali kamu mendengarnya juga tidak merasa nyaman.

Lantas haruskah kita jadi membenci sang pemberi kritik? Jika orang  yang terbuka terhadap banyak hal tentu akan mengatakan tidak. Orang-orang sukses tidak membuat kritikan itu hanya sebatas komentar dari orang lain mengenai dirinya, juga sebagai langkah dalam proses perbaikan diri.

Ya. Kita memang tidak pernah bisa melakukan sesuatu dengan hal-hal yang seratus persen benar. Namanya juga manusia, tempatnya kesalahan. Jadi, tidaklah menjadi sesuatu yang salah ketika kita dikritik orang lain.

Orang lain memang memiliki hak dalam berpendapat, begitu pula kita. Berbagai macam jenis orang dengan kepala yang berbeda tentu memberikan persepsi mengenai sesuatu dengan berbeda pula. Mungkin kita beranggapan bahwa apa yang kita lakukan sudah benar, namun belum tentu dikatakan benar oleh orang lain.

Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Tinggal bagaimana kita menyikapi seseorang ketika mereka melakukan kritikan. Kritikan tidak harus berasal dari orang yang tidak menyukai kita, bisa juga dari orang yang memang mengetahui dan menyayangi kita. Lantas, mereka memberikan kritik supaya kamu bisa lebih baik dari sebelumnya, bisa menutupi kelemahan yang kamu miliki.

Kritikan adalah cara orang menjelaskan sikap kita dilihat dari kacamata orang lain. Sebaiknya kita juga harus memperhatikan hal tersebut supaya kita tahu pendapat orang lain mengenai kita. Setelah kita mendapat kritikan jangan larut dan sedih menanggapi hal tersebut. Melainkan bersemangatlah untuk membuat pandangan orang lain menjadi berbeda setelah mampu merubah sesuatu yang memang tidak baik.

Merubah sesuatu memang sulit namun bukan berarti hal tersebut mustahil dilakukan. Langkah pertama dalam melakukannya adalah niat dengan sepenuh hati. Jika sudah seperti itu selanjutnya akan lebih mudah untuk dijalani.

Kamis, 03 Desember 2015

Jadilah yang Pertama

http://media.tumblr.com/tumblr_l16irlcQqf1qzzg25.jpg

Hanya ingin berbagi bagaimana rasanya menjadi yang pertama dalam mengerjakan sesuatu. Banyak manfaat yang bisa diambil jika kita bisa menjadi orang pertama atau pelopor dalam melakukan sesuatu yang akan diikuti oleh teman-teman yang lain.

Banyak sekali manfaat ketika menjadi yang pertama mengerjakan tugas, misalnya tugas kuliah. Diantaranya sebagai berikut.

Menjadi tenang. Jika kita sudah mengerjakan tugas kita terlebih dahulu dibandingkan orang lain maka kita akan menjadi tenang dalam mengerjakan aktivitas berikutnya. Begitu seterusnya hingga kita tidak perlu bersusah payah mengerjakan berbagai tugas dalam waktu yang bersamaan. Biasanya ini merupakan penyakit para mahasiswa. Deadliner. Rasanya itu jika belum dikumpulkan dalam waktu yang mepet, melaksanakan pekerjaan pun menjadi sangat santai hingga akhirnya tugas lain datang dan dikumpulkan pada waktu bersamaan, pilihkan akhirnya begadang semalaman.

Sebagai patokan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, biasanya orang pertama yang dinilai dalam mengerjakan sesuatu menjadi patokan bagi nilai-nilai selanjutnya. Apakah lebih baik atau lebih buruk bagi tugas yang selanjutnya masuk? Maka dari itu jika biasanya yang menjadi orang pertama adalah orang dengan kapasitas yang baik maka standar penilaian pun akan tinggi.

Kesalahan dimaklumi. Namanya juga yang pertama melaksanakan, biasanya menjadi contoh bagi pelaksana tugas yang lainnya. Jadi kesalahan pun menjadi dimaklumi karena percobaan pertama. Untuk tugas-tugas selanjutnya biasanya diminta memiliki kapasitas lebih baik dari pertama.

Nilai tambah. Ada beberapa hal yang biasanya memiliki nilai tambah jika menjadi yang pertama dilaksanakan, apalagi jika menjadi sukarelawan. Maka hal tersebut bisa menambah tabungan nilai kita di masa depan.

Mudah diingat. Orang pertama yang melakukan sesuatu biasanya menjadi mudah diingat oleh orang lain, apalagi jika kita melaksanakannya berulang kali. Citra positif akan tercipta pada diri kita jika kita bersifat demikian.

Sabtu, 10 Oktober 2015

Jangan Menyerah Menghadapi Masalah

Seseorang pernah berkata bahwa ia menyerah dan merasa tidak cocok dengan kehidupan yang kini ia jalani. Mungkin suatu ketika kita juga pernah merasakan hal tersebut. Seolah kita adalah manusia paling malang yang mendapatkan banyak cobaan. Namun, coba kita pikir ulang kembali hal tersebut.

Masalahnya bukan pada permasalahan yang dihadapi tapi tergantung pada diri kita yang menanganinya. Banyak orang menyerah pada dirinya. Mengeluh jika ia sedang memiliki banyak pikiran, jika ditelaah kembali, apa mengeluh itu dapat membuat tiba-tiba saja permasalah itu hilang? Tentu saja dengan tegas saya jawab TIDAK! Mengeluh itu hanya membuat permasalahan itu semakin rumit, jika itu adalah sebuah permasalan yang biasa, dengan mengeluh permasalan itu nampak semakin kompleks. Hanya ada satu cara menyelesaikan itu semua. Ya, hadapi saja atau istilah dalam bahasa inggris just do it.

Kita tidak pernah tahu kemampuan kita jika tidak mencobanya. Lakukan sajalah, maka kau akan tahu kesalahan apa yang telah diperbuat hingga pemasalahan itu terjadi.

Terkadang kita iri melihat ada orang yang masih dapat tersenyum sementara kita dirundung berbagai macam permasalahan. Berhenti berpikiran seperti itu. Mereka juga memiliki masalah sama seperti kita, namun mereka masih bisa mengetahui cara mensyukuri kehidupan ini dengan selalu terlihat bahagia bagi orang lain. Jadi, masih beranggapan bahwa kau adalah yang termalang? Pernah melihat orang yang tidak memiliki kaki? Pernah melihat orang yang hidup di pinggir jalan? Mereka masih bisa tersenyum, jadi coba pikirkan itu.

Kalian hanya perlu mengingat satu hal. Permasalahan dan solusi itu merupakan satu paketan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Jadi, jika kita memiliki masalah sesungguhnya telah tercipta solusi dalam menghadapi masalah tersebut. Hanya mungkin tinggal menunggu waktu yang tepat masalah itu akan diselesaikan. Jangan pernah khawatir akan hal tersebut, buktinya dulu juga kita memiliki masalah bukan? Coba pikirkan! Apakah masalah yang dihadapi ketika dulu itu masih tetap ada hingga sekarang? Jika seperti itu tentu diusia yang sudah semakin bertambah itu masalah akan terus menumpuk jika tidak memiliki solusi. Masih berpikiran masalah itu adalah hal yang besar?

Jika diibaratkan masalah adalah sebuah ujian semester yang membuat kita naik ke tingkatan kelas berikutnya. Begitu pula dengan kehidupan. Meskipun tidak begitu jelas derajat yang dimaksud tapi hal ini tampak seperti itu. Tidak aka nada ujian jika kita tidak dikatakan mampu melakukan hal tersebut. Andai kita berada di kelas tiga sekolah dasar tentu kita tidak akan mengikuti ujian semester siswa kelas lima sekolah dasar. Kita akan mengikuti ujian yang sesuai dan orang-orang mengatakan bahwa kita mampu mengerjakan ujian tersebut.

Sesuai dengan syariat yang telah dipelajari dalam agama Islam bahwa Alloh tidak akan melimpahkan sebuah masalah jika kita tidak mampu menyelesaikannya. Jadi sesungguhnya masalah yang kita dapatkan itu karena Alloh tahu bahwa kita bisa menyelesaikan dan akhirnya naik ke derajat yang lebih tinggi lagi.

Selasa, 01 September 2015

Belajar Mendengarkan




Mendengarkan adalah hal yang sulit dilakukan. Terlebih jika kamu bosan.
Ada suatu masa, ketika kau berbicara mengenai sesuatu dan orang yang mendengarkannya seolah acuh dengan ceritamu. Pasti kau merasa tidak enak dan akhirnya menghentikan ocehanmu yang kau anggap tidak dihargai. Begitulah rasanya ketika kau tidak belajar mendengarkan.
Supaya bisa menjadi seorang pembicara yang hebat kau harus menjadi seorang pendengar yang baik. Karena tanpa pendengar kau tidak akan bisa menjadi seorang pembicara dan menyampaikan apa yang ingin kau bagikan.
Bagaimana cara menjadi pendengar yang hebat? Kuncinya tentu dengarkan. Meskipun kamu bosan. Meskipun kamu jenuh. Setidaknya buatlah pandanganmu seolah-olah antusias dengan apa yang dibicarakan. Meskipun kamu tidak tahu harus memberi solusi apa, setidaknya dengan mendengar ceritanya itu membuat seseorang menjadi lebih baik.
Terkadang, ada banyak hal yang bisa kita dapatkan dengan mendengarkan seseorang. Seperti membaca buku, mendengarkan tentu juga membagi ilmu, cerita, pengalaman yang tidak bisa kamu dapatkan dari sebuah buku.
Aku pernah merasa bosan karena mendengarkan seseorang. Contohnya saat seminar yang menghadirkan seseorang yang terkenal, meskipun sebenarnya aku tidak mengenalnya. Saat itu kami bahkan di suruh ke kamar mandi terlebih dahulu supaya nanti ketika seminar berlangsung tidak ada yang keluar-masuk ruangan seminar. Aku bisa mati kebosanan karena duduk.
Kebosanan itu membuatku kelelahan mendengarkan dan akhirnya tertidur, bangun, tertidur kembali, bangun kembali. Hal itu karena beberapa panitia yang menyebar dan membangunkan peserta yang tertidur. Dari sana aku belajar satu hal, jika ingin didengarkan banyak orang maka jadilah orang yang hebat.

Selasa, 23 Juni 2015

Cara Menghadapi Masalah



Ketika kita memiliki sebuah masalah. Kita selalu bingung memikirkan bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut? Tidak jarang bahkan kita menyerah dan akhirnya memilih untuk melarikan diri dari permasalahan itu. Bagaimana cara orang cerdas menghadapi masalah yang mereka miliki?

Pertama, sadari jika setiap orang memiliki masalahnya masing-masing. Jika kamu merasa bahwa kamu adalah orang yang paling malang sedunia. Kamu salah! Masih banyak orang yang memiliki masalah lebih berat daripada kamu, hanya kamu tidak mengetahuinya. tidak sedikit orang yang menyembunyikan masalahnya sendiri dan bersikap baik-baik saja di hadapan orang lain.

Kedua, ubahlah cara pandangmu terhadap masalah yang ada. Jangan anggap sebuah masalah itu adalah hambatan buatmu mencapai tujuan. Berpikirlah lebih positif. Anggap masalah itu adalah sebuah tantangan yang harus kau hadapi untuk masuk ke tingkat yang lebih tinggi. Seperti sebuah sekolah, maka masalah itu adalah ujian supaya kamu bisa naik kelas.

Ketiga, berpikirlah maju, bahwa setiap permasalahan itu pasti ada solusinya. Setiap gembok yang dibuat pasti ada kuncinya. Setiap pertanyaan pasti memiliki jawaban. Mereka semua sudah ditentukan dalam satu paket. Maka jika kamu memiliki sebuah masalah, ingat saja bahwa pasti suatu hari nanti ada solusinya. Jangan lari dari masalah yang kamu hadapi. Lari bukanlah sebuah solusi, hanya saja lari itu bisa menunda atau bahkan bisa memperburuk keadaan. Karena pada hakikatnya jika kamu lari, masalah itu masih akan tetap ada untuk kamu diselesaikan.


Selanjutnya, tentu saja selesaikan masalahmu. Jika kamu masih bingung bagaimana cara menyelesaikannya. Bertanyalah pada orang-orang yang sudah berpengalaman, sebenarnya setiap masalah yang dihadapi orang itu berbeda-beda. Tapi tidak akan melebihi kemampuan kita. Kita diberi masalah itu pasti karena Allah tahu bahwa kita mampu menyelesaikannya. Maka selesaikanlah. Buktikan bahwa kamu bisa menjadi orang yang lebih baik lagi jika kamu mampu berpikir positif dan menyelesaikan permasalahanmu.